MATERI PRAKARYA KELAS 7 (VII) SMP/MTS
Oleh: Muhammad Yahya, S.Kom
Kompetensi Dasar Pengetahuan:
3.1 memahami pengetahuan tentang jenis, sifat, karakter, dan teknik pengolahan serat dan tekstil
Kompetensi Dasar Keterampilan:
4.1 memilih jenis bahan dan teknik pengolahan serat/tekstil yang sesuai dengan potensi daerah setempat (misalnya rumput/ ilalang, kapas, bulu domba, kulit kayu, kain, tali plastik dan lain-lain)
KERAJINAN
Materi-1 (Pertemuan 1)
BAB I KERAJINAN SERAT
A. Pengertian Serat Alam
Serat (dalam bahasa Inggris: serat ) merupakan suatu jenis bahan yang terdiri dari beberapa komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh. Contoh serat yang paling sering dijumpai adalah serat yang ada pada kain.
Serat alami adalah bahan serat yang berasal dari bahan yang ada di alam, seperti dari hewan dan tanaman. Serat alami berbeda dengan serat buatan (serat sintetis) yang berasal dari pengolahan bahan kimia dan tidak terdapat di alam
Sementara itu, jika melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), serat adalah bahan yang panjang dan lebarnya sangat besar dan molekul penyusunnya terorientasi, terutama ke arah panjang. Contohnya serat kapas yang memiliki panjang dan lebar mulai dari 500 (1 sampai dengan 1000).
Bahan ini sendiri terbilang sangat penting dalam hal sains biologi, baik itu hewan atau pun tumbuhan yang menjadi pengikat di dalam tubuh. Manusia sendiri menggunakan bahan serat ini untuk banyak hal, baik itu untuk digunakan membuat tali, kain atau kertas.
Serat bisa digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu:
- Serat alami
Serat alami diterbitkan serat yang diterbitkan alias dihasilkan oleh tumbuhan, hewan dan proses geologis. Serat jenis ini memiliki sifat yang mendukung pelapukan.
Sementara itu, serat alami juga masih bisa digolongkan ke dalam:
- Serat tumbuhan atau serat pangan. Biasanya tersusun atas selulosa, hemiselulosa dan kadang-kadang mengandung pula yang disebut lignin. Contoh dari serat jenis ini sendiri adalah katun dan kain ramie. Serat Tumbuhan digunakan sebagai bahan pembuat kertas serta tekstil. Serat tumbuhan juga cukup penting untuk nutrisi manusia.
- Serat kayu. Serat yang berasal dari batang tumbuhan yang berkayu.
- Serat hewan. Pada umumnya, tersusun atas protein tertentu. Contoh dari serat hewan yang digunakan oleh manusia saat ini adalah serat ulat (sutra) dan bulu domba (wol).
- Serat mineral. Pada umumnya dibuat dari asbes. Saat ini, asbestos menjadi salah satu dari mineral yang paling alami pada bentuk dari serat panjang.
- Serat sintetis (serat buatan manusia)
Serat sintetis atau serat buatan dari manusia pada umumnya berasal dari bahan petrokimia. Akan tetapi, ada juga serat sintetis yang dibuat dari selulosa alami, contohnya rayon.
Serat Mineral
Kaca serat atau fiberglass, dibuat dari kuarsa
- Serat logam bisa dibuat dari logam yang duktil, seperti emas, perak, atau tembaga
- Serat karbon
Serat Polimer
Serat polimer menjadi bagian dari serat sintetis. Serat jenis ini dibuat dengan proses kimia. Bahan yang paling umum digunakan untuk membuat serat polimer, seperti:
Polymida nilon
- PET atau PBT poliester, digunakan untuk membuat botol plastik
- Fenol-formaldehid (PF)
- Serat polivinyl alkohol (PVOH)
- Serat polivinyl khlorida (PVC)
- Poliolefin (PP dan PE)
- Polyethylene (PE)
- Elastomer, digunakan untuk membuat spandex
- Poliuretan [2]
B. Jenis dan Karakteristik Bahan Serat
- Serat Tumbuhan
- Serat Hewan
C. Pengolahan Bahan Serat
1). Pemintalan benang
Dari proses pemilihan serat akan dilanjutkan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut pemintalan.
2). Penggulungan benang
Benang yang sudah dipintal akan digulung menggunakan alat penggulung benang.
3). Pencelupan Warna
Benang diproses dengan pencelupan untuk memperoleh warna yang kuat. Selanjutnya benang dikeringkan.
4). Penenunan Benang Menjadi Kain
Setelah kering, benang dapat ditindaklanjuti dengan proses penenunan menjadi kain.
Benang yang telah jadi bahan baku dapat digunakan untuk membuat makrame dan tapestri, sedangkan kain dapat digunakan untuk membuat kain ikat celup.
Tinggalkan Balasan