Mau Mengenal Kimia dengan Lancar Jaya? Yuk, Mengenal Sifat Koligatif Larutan!
Kompetensi Dasar Pengetahuan:
3.1 Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis).
Kompetensi Dasar Keterampilan:
4.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi tentang kegunaan prinsip sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum Sifat Koligatif Larutan, Yuk Kenali Apa Itu Larutan?
Larutan adalah suatu komponen campuran yang terdiri atas zat terlarut beserta dengan pelarut. Dalam larutan, kita juga mengenal konsentrasi larutan yang ditentukan dari jumlah zat terlarut di dalamnya. Lalu, dalam stoikiometri larutan, konsentrasi zat terlarut itu dapat dinyatakan dalam empat besaran, yaitu:
- Molaritas (M)
Molaritas adalah jumlah mol zat terlarut dalam setiap 1 liter larutan. Satuan dari molaritas dinyatakan dalam mol dm3 atau mol L-1, dengan lambang M. Rumus untuk molaritas ini dapat kita formulasikan sebagai berikut:

keterangan:
M = molaritas (mol/L)
n = mol zat terlarut
V = volume larutan dalam L
- Molalitas (m)
Molalitas adalah konsentrasi larutan yang menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg atau 1000 gram pelarut dengan lambang m. Rumus untuk molalitas ini dapat kita formulasikan sebagai berikut:

keterangan:
m = molalitas (mol/kg)
g = massa zat terlarut dalam gram
Mm = massa molar zat
P = massa zat pelarut
- Fraksi mol (X)
Fraksi mol adalah ukuran konsentrasi larutan yang menyatakan perbandingan jumlah mol sebagian zat terhadap jumlah mol total komponen larutan dengan lambang X. Fraksi mol terbagi atas dua bagian dengan rumus yang berbeda, yakni:

keterangan:
Xt = fraksi mol zat terlarut
Xp = fraksi mol zat pelarut
nt = jumlah mol zat terlarut
np = jumlah mol zat pelarut
- Normalitas (N)
Normalitas adalah besaran yang menyatakan jumlah mol ekuivalen dari zat yang terlarut dalam tiap satuan volume larutan dengan lambang N. Rumus untuk normalitas ini dapat kita formulasikan sebagai berikut:

keterangan:
N = normalitas
ek = mol ekuivalen
V = volume larutan
Apa Itu Sifat Koligatif Larutan?
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut di dalam larutan dan tidak dipengaruhi oleh sifat dari zat terlarut. Sifat koligatif larutan ini meliputi:
- Penurunan Tekanan Uap (ΔP)
Penguapan adalah perubahan wujud suatu zat, dari cair menjadi gas dengan kecepatan penguapan yang berbeda-beda—tergantung dari jenis cairan. Banyak atau tidaknya uap pada permukaan cairan diukur dari tekanan uapnya.
Jika kondisi uap cairan sudah mencapai kondisi jenuh, akan terjadi pengembunan dan tekanan uapnya disebut tekanan uap jenuh. Apabila suatu zat terlarut nonvolatil dimasukkan ke dalam air murni, proses penguapan dapat terganggu sehingga air akan lebih sulit menguap. Karena itu, jumlah uap air pada permukaan juga berkurang dan tekanan uapnya turun.
Francois Marie Raoult mempelajari hubungan antara penurunan tekanan uap larutan dengan konsentrasi zat terlarut dan mendapat kesimpulan: “Besarnya tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut dan tekanan uap dari pelarut murninya.”
Kesimpulan tersebut disebut Hukum Roult dan memiliki rumus sebagai berikut:

keterangan:
P = tekanan uap larutan
X = fraksi mol
Pº = tekanan uap pelarut murni
Penurunan tekanan uap larutan adalah selisih antara tekanan uap pelarut murni dengan tekanan uap larutan, sehingga demikianlah rumusnya:

- Kenaikan Titik Didih (ΔTb)
Titik didih sebuah cairan dipengaruhi oleh besarnya tekanan lingkungan sekitar. Ketika sebuah zat pelarut seperti air dicampur dengan zat terlarut seperti gula atau garam, maka titik didih larutan tersebut akan berbeda dengan titik didih ketika hanya terdapat zat pelarut saja. Selisihnya disebut dengan kenaikan titik didih. Rumusnya adalah sebagai berikut:

keterangan:
ΔTb = kenaikan titik didih larutan
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal perlarut
m = molal larutan
- Penurunan Titik Beku (ΔTf)
Saat sebuah zat pelarut dicampur dengan zat terlarut yang kemudian menjadi sebuah larutan, titik beku zat pelarut akan mengalami penurunan karena titik beku sebuah larutan lebih rendah daripada titik beku zat pelarut murni. Maka, berlaku rumus:

keterangan:
ΔTb = penurunan titik beku
Tf (pelarut) = titik beku pelarut
Tf (larutan) = titik beku larutan
- Tekanan Osmotik (π)
Tekanan osmotik adalah tekanan hidrostatis yang mengimbangi gerak molekul-molekul pelarut melewati dinding semipermeabel. Rumusnya adalah:

keterangan:
π = tekanan osmotik
V = volume
n = jumlah mol zat terlarut
R = tetapan gas ideal
T = suhu

Nah, gimana sahabat santri kelas 12? Sekarang kamu tentu lebih memahami sifat koligatif larutan, kan? Terus pelajari materi diatas dimana saja berada supaya nanti lancar jaya, ya. Buat kamu yang masih belum puas belajar sifat koligatif larutan di sini, coba deh bertanya, sampai jumpa di materi kimia selanjutnya!
Tinggalkan Balasan